Revolusi Industri di Inggris dan Akibat Yang Ditimbulkan

revolusi industri

revolusi industriRevolusi industri adalah suatu gerakan yang mengakibatkan terjadinya perubahan di bidang industri yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga penggerak mesin. Revolusi Industri pertama kali berlangsung di negara Inggris pada tahun 1750. Peristiwa Revolusi Industri di Inggris kemudian berkembang ke seluruh negara di Eropa.

Tenaga manusia dan hewan pada awalnya dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak dalam kegiatan sehari-hari. Tetapi saat Revolusi Industri terjadi, maka kedua jenis tenaga tersebut digantikan oleh tenaga uap air yang mampu menggerakkan mesin-mesin industri dan tenaga penggerak lainnya. Sejak saat itu, manusia dibebaskan dari peranannya sebagai sumber tenaga di berbagai pusat kegiatan industri dan pabrik.

Revolusi industri yang bermula di Inggris menimbulkan usaha-usaha industri dan pabrik secara besar-besaran dengan menggunakan tenaga mesin pada abad ke-18. Hal ini didukung oleh perang kemerdekaan Amerika yang membutuhkan senjata untuk meningkatkan usaha di bidang penyediaan senjata, amunisi dan alat angkut perang. Di lain pihak, Revolusi Perancis dan ekspansi Napoleon Bonaparte juga membutuhkan senjata perang yang tidak sedikit.

Akibat Revolusi Industri di Bidang Sosial

Sejak saat itu, Revolusi Industri juga mengubah wajah Inggris dengan semakin banyaknya berdiri pusat-pusat industri di negara kerajaan tersebut. Keadaan ini menimbulkan proses urbanisasi ke pusat-pusat industri yang dilakukan oleh para petani. Mereka meninggalkan lahan pertaniannya untuk bekerja sebagai buruh pada pabrik-pabrik industri di kota Manchester, Birmingham, Liverpool, Lancashire, dan sejumlah kota lainnya.

Akibat lain dari terjadinya industrialisasi adalah menimbulkan masalah sosial karena lahirnya golongan-golongan baru dalam masyarakat. Golongan baru itu adalah golongan buruh dan golongan pengusaha. Golongan pengusaha berupaya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan memberikan upah rendah dan pemberlakuan jam kerja yang lama.

Sebaliknya, kaum buruh mendambakan jam kerja yang pendek, upah kerja tinggi, dan jaminan sosial yang baik. Akibat dari pertentangan ini adalah kedua golongan menyusun kekuatan baru dalam bentuk organisasi politik. Golongan buruh membentuk Partai Buruh yang memperjuangkan perbaikan nasib dan kesejahteraan sosial. Sedangkan kaum majikan membentuk Partai Liberal yang mengutamakan kebebasan dalam bisnis dan kehidupan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *