Blackberry diujung tanduk, RIM mengalami kerugian 518 juta dolar

RIM mengalami kerugian

Keadaan Research In Motion semakin memperihatinkan. Setelah diisukan berniat menjual setengah dari perusahaannya bagian manufaktur hardware dan mengalami kerugian besar di tahun lalu, tampaknya badai belum berakhir di perusahaan asal kanada yang memilki network messaging terbesar ini. Hal ini terlihat dari laporan fiskal kuarter pertama untuk tahun 2013. Disebutkan dalam laporan yang menghitung semua pendapatan RIM hingga 2 Juni 2012 ini, menunjukkan bahwa RIM mengalami kerugian (net loss) sebesar 518 juta dolar atau mengalami penurunan sebesar 43% dari kuartal yang sama di tahun yang lalu.
RIM mengalami kerugian
Kerugian ini disebabkan oleh penurunan jumlah perangkat yang beredar di pasaran yang jauh dari kuartal yang sama tahun sebelumnya. Tahun ini RIM hanya mampu menjual 7,8 juta ponsel Blackberry dan 260.000 Blackberry Playbook. Jumlah ini sangat jauh dari tahun lalu dimana RIM dapat menjual 11,1 juta ponsel Blackberry, namun menjual lebih banyak Playbook, yaitu 500.000 perangkat Playbook. Kemungkinan penurunan penjualan RIM ini disebabkan oleh adanya pergeseran tren masyarakat di Eropa dan Amerika Utara serta beberapa negara maju yang lebih memilih iPhone dan Android sebagai ponsel pintar mereka.

Seperti umumnya perusahaan yang beraliran kapitalisme, ketika keuntungan perusahaan turun, maka yang harus menanggung akibatnya adalah karyawan. Tak terkecuali yang terjadi pada RIM. RIM mengingkan pemangkasan ongkos operasional dengan merencanakan pemecatan terhadap sekitar 5.000 karyawan dengan estimasi pengeluaran tambahan 300 juta dolar, karena menurut hukum yang berlaku, RIM harus membayar pesangon akibat PHK. Setelah ini masih ada yang lebih buruk. RIM juga menyatakan bahwa mereka akan menunda rilis Blackberry 10 yang awalny direncanakan pada akhir tahun 2012 menjadi awal tahun 2013 atau kuartal pertama tahun 2013. Padahal menurut beberapa analis, Blackberry 10 adalah harapan terakhir RIM untuk tetap bersaing di bidang perangkat mobile seluler.

Dengan segala macam masalah yang mendera, kerugian yang besar dan tingkat penggunaan Blackberry yang rendah di masyarakat dunia, timbul banyak pertanyaan dari semua orang di dunia. Apakah dengan ini RIM dapat bertahan dan bangkit dari keterpurukan? Akankah RIM meninggalkan pembuatan hardware dan berkonsentrasi pada sistem pesan BBM saja? Atau RIM dan segala layanannya hanya tinggal kenangan saja? Semua ini akan terjawab dalam beberapa waktu kedepan. Tampaknya semua orang boleh berpikir pesimis karena RIM sendiri pesimis bahwa untuk kuartal berikutnya mereka tetap akan mengalami kerugian yang besar.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *