Renungan untuk wanita yang selalu galau

wanita galau

wanita galauCara mengatasi galau untuk wanita

Anda sudah menjalin hubungan dengan si dia selama enam bulan. Ia seorang yang menepati janji. Jika ia berkata akan menelepon, ia pasti menelepon anda. Jika tiba waktunya jalan berdua, ia selalu datang lebih awal daripada anda. Jika ia datang terlambat, ia memberikan alasan yang masuk akal dan tidak sering terjadi. Dia sangat menghormati anda, begitupun anda menghormati dia. Kawan-kawan anda pun suka dengan si dia. Kucing anda suka dengan dia. Orang tua anda juga menyukainya. Segala kriteria kekasih impian sudah ada padanya. Anda rasa memang dia adalah lelaki pilihan dan idaman anda. Namun anda selalu tidur tak nyenyak, kerja tak tenang. Apalagi jika ditanya oleh orang terdekat, “gimana kabar kekasihmu? Kapan nih diresmikan?”

Anda kemudian takut! Anda lalu risau dan galau!

Ada apa dengan anda? Pasti anda bertanya-tanya seperti itu. Namun sebenarnya tidak ada apa-apa. Memang ada suatu masa dalam suatu hubungan berjalan dengan lancar, namun sebagian dalam diri anda merasakan takut bahwa ini akan berakhir. Ketakutan tiba-tiba si dia tidak lagi telepon, tidak lagi sms. Takut dan risau bahkan galau jika ternyata si dia berjumpa dengan kekasih hati yang lain. Apa yang anda takutkan ini adalah normal. Setiap ia melakukan sesuatu yang membuat anda senang, pasti rasa sayang dan cinta anda akan bertambah kepada si dia. Namun seiring dengan bertambahnya rasa sayang dan cinta ini, maka rasa takut dan risau akan kehilangan semakin besar.

Anda takut karena baru saja mengenal dia, tak mengenal si dia secara baik. Anda tidak mengenal seperti apa sebenarnya dia, padahal secara tidak langsung, anda memberikan hati anda kepadanya. Ada banyak lagi pemikiran yang lain dalam kepala anda. Si dia memang pria yang hebat, dikelilingi banyak wanita, kenapa ia tak segera menikah? Apakah karena ia suka berganti pasangan? Dan masih banyak hal-hal negatif lain yang anda pikirkan. Rasanya anda ingin segera menelpon adiknya, kakaknya atau orang tuanya untuk menanyakan hal tersebut supaya anda tenang.

Namun yang perlu anda sadari adalah, jatuh cinta bukan untuk mereka yang pengecut!

Jatuh cinta memerlukan kekuatan, keyakinan diri dan sikap diri yang positif dalam memandang pasangan. Janganlah anda dengan mudah mendengar setiap “nasihat” dari kawan-kawan anda yang mungkin bernada negatif terhadap hubungan anda. Jangan berbuat seperti itu. Nasehat memang diperlukan, namun bukan untuk menggoyah keyakinan anda. Nasehat itu perlu dibuktikan terlebih dahulu sebelum bisa menggoyahkan keyakinan anda. Itu yang seharusnya terjadi.

Anda harus memikirkan bahwa hubungan anda yang baru terjalin itu seperti benih yang anda semai. Penyemaian memerlukan waktu untuk berkembang sehingga menjadi pohon yang kokoh. Setiap kali anda mendengar nasehat negatif dari sekitar anda, sama saja anda mencabut benih itu lalu menanamnya di tempat lain. Anda tidak memberikan benih itu kesempatan untuk berkembang. Omongan orang menjadi lebih berharga untuk anda daripada hubungan yang anda jalin bersama si dia. Ingat, tidak semua yang dikatakan orang itu adalah benar.

Ingatlah bahwa anda yang lebih tahu apa yang layak untuk anda. Selain itu cinta hanya untuk pemberani, untuk mereka yang berani mencintai dan berani terluka. Selamat berjuang! (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *